Langsung ke konten utama

Postingan

Pesan Cinta Dari Kota Cinta

Pare-pare, 08 september 2024 Ku temukan dirimu pada sela-sela angin yang menjelma rindu, Aku tidak pernah bermimpi akan sampai di sini, Menatap sudut-sudut kota tempatmu tumbuh, Memijaki tanah tempatmu hidup, Hingga pada akhirnya kita bertakdir, semoga segala amin terlekaskan. Ini pesan cinta dari sudut kota cinta, tanah yang menjadi saksi bisu abadinya cinta Habibi & Ainun, kamu tahu! sore tadi aku menyambangi monumen sepasang kekasih itu lalu berbisik kepada mereka perihal satu nama yang senantiasa tersemogakan dalam doaku. Aku tak pernah bermimpi waktu menarikku sejauh ini, sejauh langkah membawaku sejauh itu pula doa ku langitkan. Aku menitip pesan pada setiap hembusan angin "kali ini jangan membuatku patah lagi yah sudah cukup yang lalu-lalu". Suaraku berubah parau mataku memanas tanpa ku sadari bulir air mata mengisi pipiku yang ikut merona, ingin kusudahi saja tapi hati egois memkasa diri untuk tetap melangkah maju meski ia tahu pasti kemungkinan terluka itu akan d...

Ku Temukan Rupamu di Balik Hujan

Malam kian pekat mengantar kepergian setiap jiwa yang hendak mencari rumah kepulangan, dibalik kata yang memilih bisu aku temukan tumpukan rasa yang pernah menetap pada ruang kosong bernama hati. Ingin ku sadarkan kembali diri bahwa pergimu telah ku relakan, namamu kini hanya sebatas dongeng pengantar tidur untuk teman-temanku yang selalu memaksaku bercerita tentang dirimu tempo hari. Nama yang kian lapuk itu merubah wujud dalam bentuk rupamu samar lalu kian jelas, aku tersenyum lirih kala ingatan tentangmu kembali mengambil alih pikiranku. Wajahmu yang sendu itu, membawa angin segar pada ruang peresegi empat yang kian sesak oleh tumpukan buku-buku yang tak juga habis aku baca. Andai waktu bisa ku ulang ingin rasanya ku potret wajahmu banyak-banyak, akan ku penuhi etalase di kamarku yang berisi kenangan tentangmu. Mungkin saja orang-orang akan mengatakan aku begitu ingin memilikimu naasnya adalah semua ini hanya sebatas andai, yang aku buat seolah hidup di duniaku saat ini....

GAMES BERBASIS TEKNOLOGI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN YANG INTERAKTIF

  Oleh : MUH. AL ASKAR 210401501024  Game Berbasis Teknologi adalah metode pembelajaran yang menggunakan aplikasi  permainan/game yang telah dirancang khusus untuk membantu dalam proses pembelajaran.  Dengan menggunakan Games Berbasis Teknologi learning kita dapat memberikan stimulus  pada tiga bagian penting dalam pembelajaran yaitu emosional, intelektual dan psikomotor.  Game Berbasis Teknologi Juga di artikan sebagai metode pembelajaran jika kita artikan ke  dalam bahasa Indonesia berarti suatu metode pembelajaran berbasis permainan. Jadi, suatu  pembelajaran yang sesuai dengan bahan ajar serta dibantu oleh teknologi serta menampilkan  beberapa pencapaian ketika telah menyelesaikan kuis tersebut.  Teknologi Pendidikan berperan utama sebagai disiplin ilmu yang memfasilitasi pembelajaran agar terjadi secara efektif dan efisien. Association for Educational Communications and Technology (AECT) telah mengkaji dan mengembangkan definisi Tek...

Makna Aku Baik-Baik Saja

Hai.......apa kabar? are you ok?  Pertanyaanya singkat tapi menjawabnya berderai air mata, seolah pertanyaan apa kamu baik-baik saja ? adalah pertanyaan yang begitu rumit untuk di jawab. Kadang harus menarik nafas dalam-dalam, mengumpulkan segala bentuk kekuatan lalu berkata " yes I'm ok ". Kamu harusnya tahu bahwa kalimat "aku baik-baik saja" adalah kebohongan yang selalu aku katakan manakala pertanyaan itu kembali muncul, berat rasanya untuk mengekspresikan bentuk sedihku karena aku tidak ingin dunia tahu sakitku, kecewaku, traumaku dan depresiku. Gimana yah, bukan tak ingin menjadi diri sendiri tapi lingkunganku dipenuhi justifikasi seolah dunia ini harus berjalan sesuai apa yang mereka fikirkan, hingga lupa bahwa setiap makhluk yang hidup di atas bumi Tuhan sudah memiliki garis takdirnya sendiri-sendiri. Traumaku membuatku menjadi perempuan yang anti sosial, tertutup dengan orang asing dan selalu menjauh dari tempat-tempat yang membuatku merasa tak nyaman ap...

Tentang kedatangan yang serba tiba-tiba

Ku biarkan tulisan ini bebas berkelana hingga ia menemukan pemiliknya Ada beberapa hal yang tidak aku pahami tentang kedatangan, tentang temu yang tak terencanakan dan juga pisah yang serba tiba-tiba. Dalam rentang waktu yang begitu singkat aku banyak menemukan arti hidup, indahnya pertemuan hingga pedihnya kehilangan. Aku gadis sederhana yang memiliki banyak rencana-rencana besar, tak lagi ku kemas dalam mimpi, karena aku tahu mimpi itu terlalu indah untuk ku seduh dalam cangkir kehidupanku yang pekat, sepekat sari kopi yang aku seruput di kala senja bertengger di langit sore tanah daeng. Dalam banyak temu jua pisah itu, aku lupa memeluk ikhlas hingga lebih banyak menuntut untuk banyak pertemuan tapi menolak perpisahan. Siapa sih manusia di muka bumi ini yang ingin di tinggalkan oleh orang-orang yang ia kasihi? pasti tak seorangpun ingin kan; jadi jangan heran jika aku butuh serentetan waktu untuk sekedar melupakan satu wajah dengan banyak kisah dalam hidupku. Dalam kisah ini aku ingi...

Manusia dan Amanahnya

​ Beberapa malam ini, fikiranku pengap dengan banyak hal. Tapi aku tidak tahu harus ku rangkai dalam bentuk apa, aku terkadang bertarung dengan hati dan fikiranku sendiri. Apa ini yang dinamakan dilema karena cinta?; Ah bukan, ini bukan cinta yang seperti para perempuan di luar sana rasakan. Ini cinta kepada sesuatu yang tak memiliki raga, namun ia hidup di hati setiap orang. Ia juga bersemayam dalam lelapnya tidur, menjadi mimpi yang kadang menghantui,kadang juga berwujud mimpi yang menenangkan. Amanah  mungkin bagi sebagian orang, amanah itu bukanlah sesuatu yang harus di prioritas kan. Sebatas kerja untuk menyukseskan program kerja, syukur-syukur kalau ia bisa menyelesaikan apa yang sudah di mulai. Mungkin kalimat “ Kamu yang memulai maka kamu juga yang mengakhiri” cukup relevan untuk ia, yang dengan bodohnya berani menerima amanah. Ada satu hal yang aku dan kita semua lupakan, bahwa sejatinya amanah itu tidak hanya datang kepada diri kita setelah kita di pilih oleh manusia lalu...

PEREMPUAN

​ Haiii......aku ingin berbincang tentang diriku,dirimu dan diri mereka, siapapun yang bernama perempuan.  “Perempuan haruslah merdeka dari kebodohan dan belenggu perasaan” Perempuan... Iman , adalah pondasi yang mesti kokoh di bangun sedari embrio masih dalam bentuk cinta, cinta sepasang kekasih. Agar terlahir buah cinta yang beriman, maka sepasang kekasih harus membangun rumah cinta di atas cinta-Nya. Kewajiban orang tua adalah mengajarkan Agama, menghadirkan cinta dalam hati anak-anaknya agar bermuara pada cinta-Nya. Sepasang orang tua, tidak hanya menasihati, mengkritik atau bahkan mendikte anak dalam perkara Iman, tetapi juga memberikan tauladan yang benar kepada anak-anaknya. Perempuan... Ilmu , adalah bagian terpenting dalam kisah perjalanan hidup seorang perempuan, yang di dalam AL-Qur’an di namai, Tulang rusuk Adam, di sebut sebagai keindahan , Rumah dan masih banyak lagi nama yang tersemat baginya. Ilmu, menuntunmu pada perjalanan panjang yang tak pernah usai dengan tany...

Mental Healty

Hei kamu yang terbiasa tertawa meski air mata tertahan di pelupuk mata jika lelah hinggap di benakmu, maka beristirahatlah sejenak. Iya kamu memang seharusnya memiliki jadwal tersendiri untuk sekadar menjadi diri sendiri, meski tak melulu berbicara perihal sunyi. Teruntuk kamu yang sedang ada di posisi menata diri untuk menjadi kuat, yang semangat yah karena menjadi perempuan dengan tuntutan menjadi kuat itu tidaklah mudah. Tenang saja kamu tak perlu khawatir karena kamu harus percaya pada dirimu sendiri bahwa tak satupun sosok di luar dirimu yang lebih memahami dirimu selain dirimu sendiri. Jatuh itu bagian dari serentetan tragedi yang mungkin saja atau memang harus kita lalui sebelum menjadi terbiasa dengan keadaan itu. Di tuntut dewasa oleh keadaan dan di buat tertawa oleh ekspektasi orang lain, mungkin saja itu tidaklah mudah tapi bagi sebagian orang yah mungkin saja saya salah satunya keadaan seperti ini sudah menjadi lakon paling wajib untuk di lalui. Masing-masing kehidupan memi...

Menjadi utuh part 17

Pamit paling terbaik Terkadang membingunkan,aku yang kamu hiraukan begitu saja tapi justru aku yang menyalahkan diri sendiri untuk kesalahan yang tak pernah ku ketahui sebabnya. Ada beberapa orang yang senang berdebat dengan perasaanya sendiri demi menemukan jawaban atas banyaknya tanya yang tak kunjung menuai jawab. Apakah aku membuatmu kecewa? Apa aku membuatmu marah? Ataukah aku membuatmu tak merasa nyaman? Setidaknya katakan padaku apa kesalahanku, agar aku tak melulu menyalahkan dan menerka-nerka kesalahan yang fikiranku buat sendiri. Jika tak tahu bagaimana cara berjuang dan bertahan, setidaknya kamu tahu bagaimana cara berpamitan tanpa memberikan PR sulit bagi dia yang tak kau anggap keberadaanya. Tapi sudahlah...Nyatanya nasi telah menjadi bubur bahkan menuju basi, alasan mengapa seharusnya aku harus melupakan sudah pebih dari cukup dari sikapmu yang seolah begitu asing. Lucuyah....Kamu yang pernah begitu kerasnya membawaku keduniamu kini dengan begitu tegasnya menempati posisi...

Menjadi utuh part 16

Perasaan yang datang tanpa ku sadari _ Ku kira kita bisa menjadi sahabat Nyatanya matamu dan mataku tak mampu saling bertemu tatap. Padahal aku dengan yakinnya berkata pada semesta bahwa aku dan kamu bisa menjadi sahabat tanpa ada rasa yang menyelinap diam-diam lalu menjadi rindu yang entah akan bermuara kemana. _ Ku kira kita akan bisa berbincang ringan dan hangat tanpa ada rasa canggung seperti yang biasa kita lakukan, yang bahkan hal-hal kecil itu telah menjadi ritual pengantar tidur untukku dan untukmu. Membicarakan hal-hal kecil yang kita lalui di siang harinya Lalu merencanakan hal-hal sederhana di waktu esok Kamu terkadang tertawa lepas tanpa beban, iya aku bisa merasakan kebebasan yang terlontar dari sendak tawamu di balik ponsel. Kadang pula aku berlinang air mata kala Isak tangismu memenuhi sudut-sudut kamarku yang kelaur tanpa ragu dari kelompok matamu yang sayup. Air mata rindu pada sesosok ayah yang kasih sayangnya masih tak cukup untuk melihatmu tumbuh dewasa....

Perjalanan Dari Luka

Sadarilah yang mana realita yang mana hanya sekedar kamuflase, terkadang apa yang kita anggap sebagai obat justru menjadi racun bagi kita. Jika ingin menjadi obat maka pulihlah, dan berjalanlah sestabil mungkin, jika dalam perjalanan menemukan luka maka tetaplah fokus pada tujuanmu sendiri hingga sampai pada titik normalmu. Bukan untuk menjadi acuh tapi akulah yang paling tahu, aku ada di tempat yang mana detik ini. Untuk yang sedang menungguku pulih, ku mohon bersabarlah karena untuk menjadi sayap yang kuat untukmu terbang, aku harus merajut helai demi helai diriku agar keluar menjadi pemenang atas diriku sendiri. Terimakasih pada diriku sendiri karena telah berjuang sejauh ini, bangkit dari keterpurukan dan menghasilkan senyum yang lebih renyah. Jika dalam langkahmu kamu menemukan luka, ku mohon jangan berpaling karena kamu punya tujuan. Hai...Yu' sudah lebih baik hari ini? Ku rasa Iyya  Sudah berterimakasih pada semesta? Ku rasa belum cukup. Yuk mari kita berbincang ...

Surat kehilangan

Di kala mataku terpejam sesaat Aku menemukan sekelebat tawa yang begitu renyah Ku temukan mata sayup yang menenangkan Dan jua ku temui air mata yang terbendung pada pesisir kelopak mata mu. Aku hendak menyampaikan satu keadaan, tentang hati yang kehilangan rasa, perihal kaki yang kehilangan arah dan juga tentang tatap yang tak punya muara. Ini tentang seseorang yang terbunuh rasa karena pedihnya kehilangan, tentang empatinya yang menghancurkan bangunan tua yang bernama mimpi. Tentang seseorang yang telah merangkai kepingan-kepingan hati yang pernah hancur berserakan, dan disaat kepingan itu telah kembali utuh, dalam seketika ia lenyap bukan lagi kepingan kini hanya bersisakan puing yang tak berbentuk. Tak tahu apa itu tawa Tak mengenal rasa sakit Dan jua tak mengenal apa itu kekecewaan Apa ini yang di katakan punya hati tapi tak punya rasa? Mungkin ia, bayangkan saja sesosok gadis ceria yang kehilangan tawanya, yang bilamana ia tertawa mampu memberikan senyum merekah bagi y...

"Menjadi utuh part 14"

12 purnama berlalu kita banyak merangkai mimpi-mimpi dan merapalkan banyak doa,itu yang aku kira pada awalnya. Ku kira kamupun berjuang dan berusaha sama seperti diriku,ternyata lagi dan lagi kata-katamu hanya sebatas cara agar aku bisa yakin bahwa kamu sama seperti diriku. Aku selalu berusaha menjadi sempurna sebagaimana yang kau harapkan namun tak mampu meluluhkan kerasnya hati yang pernah begitu manis dalam meluluhkan hatiku yang sedingin salju. Kini kamu sekali lagi memperjelas posisiku di dalam hidupmu yah hanya sebatas kagum katamu, tapi mengapa kamu masuk dalam hidupku terlalu jauh? Apakah hanya untuk di akui bahwa kamu mampu menaklukkan gadis dingin sepertiku? Hahahahah...kamu sudah berhasil Untuk itu selamat aku sudah patah, patah karena Kamu berhasil membuatku jatuh dan kehilangan diri sendiri. Selucu itu kamu mempermainkan perasaan dan memainkan peran sebagai obat dan luka di waktu yang sama. Semoga bahagia yah dengan dia gadis dambaanmu itu, semoga kamu tak mene...

Menjadi utuh part 15

  Menjadi utuh part 15 Di saat aku kembali mengenal bahagia, kamu lalu datang sebagai tamu yang tak pernah aku harapkan Menjelma sajak dalam setiap aksaraku, menjadi hujan bagi langitku  Dan menjadi muara bagi rinduku. Ternyata benar kata mereka bahwa terkadang yang datang menjanjikan bahagia,adalah yang dengan dalam memberikan luka. Sekejab aku berfikir bahwa kamu berbeda dengan dia yang terlebih dulu datang dalam hidupku, yang pernah dengan sungguh berjuang untuk menemukan jalan menuju hatiku, kini yang dengan sungguh melangkah dengan janji kehilangan. Kini aku semakin memahami satu hal dalam hidup ini, bahwasanya hidup tak jauh laiknya ombak di lautan yang kadang pasang dan kadang surut. Namun setidaknya ombak masih menjanjikan kepulangannya sedang dirimu pergi tanpa sepatah katapun, kata maaf mungkin saja takkan pernah cukup untuk semua ini, ia teramat pahit untuk ku jadikan satu cerima manis. Tapi aku akan tetap berterimakasih padamu dan pada setiap sosok dibalik tegarnya...

"Mata air yang ternoda"

Aku hendak berkisah tentang mata air di tepian desa,yang darinya banyak kehidupan yang terselamatkan. Banyak dahaga yang terlupakan oleh jernih airnya, binarnya begitu memesona setiap mata yang memandangnya, hendak mencicipi manis airnya. Hingga pada satu ketika datanglah seorang manusia yang berparas sederhana dan nampak baik jika di pandang mata. Setiap hari ia datang dan membersihkan kotoran yang ada di sekitar mata air itu agar tetap jernih dan indah. Hari berganti ia kemudian datanglagi dengan maksud yang sama, namun manusia tetaplah manusia yang memiliki hasrat dan nafsu dalam dirinya. Ia kemudian mengambil air dari mata air itu dan menghancurkan sumber mata air itu, lalu ia meninggalkan tempat itu dalam keadaan hencur berantakan. Hikmah yang dapat di petik dari kisah ini adalah, bahwa rupa bukanlah tolak ukur dari baik dan buruknya sifat seseorang, bisa jadi yang nampak Sholeh/ah justru memiliki maksud dan niat yang tak baik untuk orang lain. Bukannya menjaga dan mer...

"Menjadi utuh part 13"

Gadis setengah cadar jika berbicara perihal jilbab kini bukan lagi perkara yang klasik, jika dulu yang di soroti adalah mereka yang tidak berhijab kini justru terbalik yang berhijablah yang menjadi perbincangan hangat. Hijrah sindrom ini adalah suatu gerakan yang saat ini lagi buming di kalangan kaula muda,hanya karena ikut tren dan modis banyak yang beralih profesi sebagai bren ambasador hijab. Saya tak ingin jauh bercerita tentang berhijab atau tidaknya seseorang, saya hanya sedikit menyingkap realitas hidup saat ini. Bahwa tolak ukur baik buruknya seseorang bukan di lihat dari seberapa panjang hijabnya,namun sebarapa taat ia di hadapanTuhan itu saja, dan itu bukan tentang penilaian mata manusia. "Sempurnalah di mata Tuhan, buruk di mata sendiri dan sederhana di mata orang lain" Sekiranya ini mungkin yang mampu menggambarkan makna dari perkataan saya di awal tadi,untuk yang tak berhijab jangan merasa paling hina tapi teruslah belajar dan berusaha untuk jauh lebi...

"Menjadi utuh part 12 "

Dari perjalanan yang sempat usai Di saat aku berusaha menemukan jalan untuk pulang Tanganmu menggapai-gapaiku, menahanku untuk tinggal Di saat aku mulai merasa memiliki rumah Acuhmu menampar bahagiaku Aku pernah bermimpi tentang hari esok yang berwarna Ternyata awan hitam datang membawa hujan Hingga aku kini memilih untuk usai Bagi seorang pejalan sepertiku bukan perkara sulit untuk menemukan tempat untuk sekedar singgah dan menepis lelah. Terkadang aku di suguhi kopi panas yang menenangkan Menandakan sang pemilik rumah tahu aku sedang butuh penghilang rasa lelah. Tak jarang pula ada yang menyuguhkan hati dengan sedikit rasa sakit Menandakan bahwa sang pemilik rumah hendak menahanku untuk menetap. Namun aku masih seorang pejalan tunggal yang liar. Kopimu saja sudah cukup untukku saat ini,bukan aku tak ingin untuk menetap namun aku takut saja bilamana nanti aku tak seperti apa yang engkau harapkan. Izinkan aku melanjutkan perjalanan, melangkah dengan yakin meski tak tahu kem...

"Menjadi utuh part 11 "

Pendidikan diri  Ada banyak hal yang menjadi sumber keraguan dalam hidup,salah satunya adalah ragu dalam mengambil keputusan. Keragu-raguan dalam hidup mampu mengantarkan kita pada dua hal,yang pertama adalah kita mencari dan belajar demi meyakinkan diri dan yang kedua adalah dengan keraguan membuat seseorang tak percaya atas dirinya sendiri. Menepis  ragu dalam diri adalah sesuatu yang tidak mudah bagi setiap orang tergantung seberapa besar motivasi hidup yang ia miliki,hingga mampu menapaki semesta dengan yakin. Sama halnya dalam membangun sebuah rumah (tangga) tak mudah untuk memulainya apatah lagi mempertahankannya,membangun rumah bukan hanya sebatas kata "Mungkin dan andai". Ia terlalu sakral dan abstrak untuk di andai-andaikan,butuh kesiapan yang matang untuk membangun rumah. Materil-materil yang di gunakan pun harus kualitas yang terbaik agar bangunan yang di buat bisa berdiri dengan kokoh meski angin dan badai datang silih berganti. Menjadi sepasang itu ti...

"Menjadi utuh part 10"

Andai kata saat itu kau tak melepaskan genggamanmu dariku, membuatku kecewa dan sakit Mungkin aku takkan bertemu dia yang kini mampu menerimaku seutuhnya Andai saat itu aku menuruti egoku untuk bertahan denganmu,mungkin takkan ada bahagia. Karenamu Darimu aku beranjak menuju senja Mengitari ibu kota dengan skuter tua  Mencicipi malam dengan secangkir kopi Aku hendak berteriak  Namun aku tahu aku tak sendiri Meski hatiku sedang menepi Semua terjadi bagai angin yang berhembus pelan Sepoy namun berbekas,takkan ada bahagia yang ku temui jika aku tak mampu berkompromi dengan keadaan. Penolakan-demi penolakan terus terjadi meski aku tahu itu sia-sia saja,karena takdir-Nya adalah otoritas sang pencipta. Fikiranku memang sedikit pragmatis namun tak menjadikanku manusia yang mati rasa,aku tahu luka adalah pembelajaran atas diri yang teramat ego dalam menginginkan sesuatu. Dalam kehidupan tak semua yang kita mau dapat kita miliki Terkadang juga semua yang di rencanakan sesua...