Langsung ke konten utama

Tentang kedatangan yang serba tiba-tiba


Ku biarkan tulisan ini bebas berkelana hingga ia menemukan pemiliknya

Ada beberapa hal yang tidak aku pahami tentang kedatangan, tentang temu yang tak terencanakan dan juga pisah yang serba tiba-tiba. Dalam rentang waktu yang begitu singkat aku banyak menemukan arti hidup, indahnya pertemuan hingga pedihnya kehilangan.

Aku gadis sederhana yang memiliki banyak rencana-rencana besar, tak lagi ku kemas dalam mimpi, karena aku tahu mimpi itu terlalu indah untuk ku seduh dalam cangkir kehidupanku yang pekat, sepekat sari kopi yang aku seruput di kala senja bertengger di langit sore tanah daeng.

Dalam banyak temu jua pisah itu, aku lupa memeluk ikhlas hingga lebih banyak menuntut untuk banyak pertemuan tapi menolak perpisahan. Siapa sih manusia di muka bumi ini yang ingin di tinggalkan oleh orang-orang yang ia kasihi? pasti tak seorangpun ingin kan; jadi jangan heran jika aku butuh serentetan waktu untuk sekedar melupakan satu wajah dengan banyak kisah dalam hidupku.

Dalam kisah ini aku ingin bercerita tentang senja yang aku temui di pertengahan April 2019 lalu, ia menghadirkan diri sebagai senja yang bersinar indah dengan semburat jingganya yang sempurna dan langit biru gelapnya yang merona, berkolaborasi dengan begitu apik hingga tanpa sadar aku telah menjadikanya langitku kala itu.

Ia menjadi bagian dari perjalananku tanpa aku tahu bagaimana caranya untuk mengambil peran penting itu, menjadi perisaiku di kala terpaan badai mengantam, menjadi sayap di kala kakiku tak lagi sanggup melanjutkan langkah dan menjadi penenang di kala air mata luruh tak tertahankan.

Ia sosok yang begitu lancang dan cukup berani karena memasuki arus air yang begitu kencang, yang sewaktu-waktu mampu menyeretnya kedasar samudera yang gelap atau ketepian hutan yang entah branta.

Senja itupun ku beri nama PANDA karena ia kerap terjaga di langit malamku hingga sang fajar mengambil perannya untuk memaksaku kembali ke alam dunia yang penuh hirup pikuk para manusia dengan kepentingan-kepentingannya.

Terdengar begitu puitis yah? kalau begitu akan ku buat sedikit lebih cerah, dia adalah seseorang yang ku temui di tengah perjalananku mencari sebagian kisah rumit dalam rencana pengabadian diriku. Menjadi partner dalam banyak dinamika kehidupan, seseorang yang rela malamnya yang tenang aku renggut dengan ocehan, omelan, dan air mataku. Itulah yang ia punya, si paling sabar atas kekeras kepalaanku, meski tak jarang ia membuatku jengkel, marah dan kecewa tapi ia pantas untuk di anggap ada.

Aku pernah menemui satu kalimat singkat dari sajaknya, yang tanpa sadar membuatku meluruhkan air mata, aku bingung mengapa hatiku begitu tersentuh, hingga mulutku terkunci rapat tak mampu merangkai kata untuk menjelaskan makna dari kalimatnya itu.
Setelah 3 tahun lamanya aku kemudian mengerti satu hal bahwa diksi itu lahir dari hati yang ikhlas hingga mampu meluruhkan kerasnya hatiku.

Tuhan, aku ingin meminta padamu jagakan dia untuk seseorang yang pantas menemani hari-harinya, yang bisa menyeduhkannya secangkir kopi panas di pagi hari dan menemaninya memandangi langit sore yang di hiasi jingga yang temaram. Lalu aku adalah seseorang yang paling pertama berkata terimaksih untuk senyum di wajahnya dan bahagia di hatinya. Jika tidak bisa aku yang menjadi seseorang yang menyeduhkannya secangkir kopi, maka aku siap menjadi senja yang akan membuatnya candu untuk ia pandangi manakala petang datang meniti.

"Ini bukan surat cinta, bukan pula curhatan hati, tapi ini adalah kisah yang pantas untuk abadi dalam perjalananku menemui akhir dari segala akhir."

bolehkah aku menjadi bungamu, senjamu, atau seseorang yang menyeduh kopi untukmu?.

untuk yang membaca ini doakan tulisan ini sampai kepada pemilknya.

tertanda

A.ansyahira

talasalapang, 07 juli 2022







 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lumpuhnya pergerakan pemuda di desa Arabika,kec Sinjai barat

Pemuda sebagai generasi muda sangat berpengaruh untuk proses pembangunan bangsa Indonesia,dimana kemajuan bangsa di tentukan dari kualitas pemudanya saat ini. Berbicara tentang kualitas maka pendidikan adalah aspek utama dalam proses pembentukan kualitas tersebut,baik itu di lingkungan keluarga,sekolah dan masyarakat sosial. Mendidik sebuah generasi takkan pernah ada habisnya bahkan harus terus menerus,mengingat perubahan dan modernisasi kian hari kian menjadi dan ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemuda saat ini. Bung Karno pernah berkata"Beri aku sepuluh pemuda maka aku akan merubah negeri ini" Ini telah menegaskan bahwa pemuda sangatlah penting dalam proses perubahan bangsa. Jika kita ingin menilik sedikit ke pelosok-pelosok desa,yang ada di kota-kota kecil sebenarnya mereka memiliki potensi besar contohnya saja di salah satu kecamatan di  kabupaten Sinjai yakni kec.sinjai barat,desa Arabika khususnya. Di mana ada banyak pemuda yang notabenenya memiliki kualitas pe...

Pesan Cinta Dari Kota Cinta

Pare-pare, 08 september 2024 Ku temukan dirimu pada sela-sela angin yang menjelma rindu, Aku tidak pernah bermimpi akan sampai di sini, Menatap sudut-sudut kota tempatmu tumbuh, Memijaki tanah tempatmu hidup, Hingga pada akhirnya kita bertakdir, semoga segala amin terlekaskan. Ini pesan cinta dari sudut kota cinta, tanah yang menjadi saksi bisu abadinya cinta Habibi & Ainun, kamu tahu! sore tadi aku menyambangi monumen sepasang kekasih itu lalu berbisik kepada mereka perihal satu nama yang senantiasa tersemogakan dalam doaku. Aku tak pernah bermimpi waktu menarikku sejauh ini, sejauh langkah membawaku sejauh itu pula doa ku langitkan. Aku menitip pesan pada setiap hembusan angin "kali ini jangan membuatku patah lagi yah sudah cukup yang lalu-lalu". Suaraku berubah parau mataku memanas tanpa ku sadari bulir air mata mengisi pipiku yang ikut merona, ingin kusudahi saja tapi hati egois memkasa diri untuk tetap melangkah maju meski ia tahu pasti kemungkinan terluka itu akan d...

Makna Aku Baik-Baik Saja

Hai.......apa kabar? are you ok?  Pertanyaanya singkat tapi menjawabnya berderai air mata, seolah pertanyaan apa kamu baik-baik saja ? adalah pertanyaan yang begitu rumit untuk di jawab. Kadang harus menarik nafas dalam-dalam, mengumpulkan segala bentuk kekuatan lalu berkata " yes I'm ok ". Kamu harusnya tahu bahwa kalimat "aku baik-baik saja" adalah kebohongan yang selalu aku katakan manakala pertanyaan itu kembali muncul, berat rasanya untuk mengekspresikan bentuk sedihku karena aku tidak ingin dunia tahu sakitku, kecewaku, traumaku dan depresiku. Gimana yah, bukan tak ingin menjadi diri sendiri tapi lingkunganku dipenuhi justifikasi seolah dunia ini harus berjalan sesuai apa yang mereka fikirkan, hingga lupa bahwa setiap makhluk yang hidup di atas bumi Tuhan sudah memiliki garis takdirnya sendiri-sendiri. Traumaku membuatku menjadi perempuan yang anti sosial, tertutup dengan orang asing dan selalu menjauh dari tempat-tempat yang membuatku merasa tak nyaman ap...