Langsung ke konten utama

Menjadi utuh part 16

Perasaan yang datang tanpa ku sadari
_
Ku kira kita bisa menjadi sahabat
Nyatanya matamu dan mataku tak mampu saling bertemu tatap.
Padahal aku dengan yakinnya berkata pada semesta bahwa aku dan kamu bisa menjadi sahabat tanpa ada rasa yang menyelinap diam-diam lalu menjadi rindu yang entah akan bermuara kemana.
_
Ku kira kita akan bisa berbincang ringan dan hangat tanpa ada rasa canggung seperti yang biasa kita lakukan, yang bahkan hal-hal kecil itu telah menjadi ritual pengantar tidur untukku dan untukmu.
Membicarakan hal-hal kecil yang kita lalui di siang harinya
Lalu merencanakan hal-hal sederhana di waktu esok
Kamu terkadang tertawa lepas tanpa beban, iya aku bisa merasakan kebebasan yang terlontar dari sendak tawamu di balik ponsel.
Kadang pula aku berlinang air mata kala Isak tangismu memenuhi sudut-sudut kamarku yang kelaur tanpa ragu dari kelompok matamu yang sayup.
Air mata rindu pada sesosok ayah yang kasih sayangnya masih tak cukup untuk melihatmu tumbuh dewasa.
_
Mungkin kamu tidak pernah tahu
Di saat ayahku memelukku erat dan penuh kasih, kadang aku berderai air mata hatiku merapal hebat pada semesta
"Ingin rasanya aku berbagi cinta ayahku denganmu, aku ingin memberikan sisa cinta yang ayahku punya untukmu"
Aku mungkin mampu menahan irisan luka pada tubuhku,tapi sungguh hatiku remuk kala aku menatap matamu yang sembab dan semangatmu yang memudar.
_
Entah kapan? Ia masih akan menjadi misteri
Bagaikan teka-teki silang yang tak berujung
Tapi aku bersyukur karena kamu di kelilingi orang-orang baik yang senantiasa bersamamu, meski kadang aku tak menemukan tawa lepas dan senyum tulus yang kerap aku temui kala kamu bersamaku.
Ku mohon jangan menahan rasamu sendiri, bukan kah kita sudah sama-sama terikat janji untuk selalu ada untuk berbagi duka dan menebar tawa?
Kenapa kamu seolah takut?
Apakah kamu takut jika tanpa kau sadari ternyata kamupun telah jatuh hati pada kedua mata yang tak pernah sanggup kau tatap?
_
Aku rindu, pada ayah dan dekapnya
Aku rindu pada ibu dan belaiannya
Aku rindu pada sahabat dan nasehat-nasehatnya
Aku rindu pada kamu sahabatku yang menjelma menjadi semestaku.
📌Sinjai, 5 Juli 2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lumpuhnya pergerakan pemuda di desa Arabika,kec Sinjai barat

Pemuda sebagai generasi muda sangat berpengaruh untuk proses pembangunan bangsa Indonesia,dimana kemajuan bangsa di tentukan dari kualitas pemudanya saat ini. Berbicara tentang kualitas maka pendidikan adalah aspek utama dalam proses pembentukan kualitas tersebut,baik itu di lingkungan keluarga,sekolah dan masyarakat sosial. Mendidik sebuah generasi takkan pernah ada habisnya bahkan harus terus menerus,mengingat perubahan dan modernisasi kian hari kian menjadi dan ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemuda saat ini. Bung Karno pernah berkata"Beri aku sepuluh pemuda maka aku akan merubah negeri ini" Ini telah menegaskan bahwa pemuda sangatlah penting dalam proses perubahan bangsa. Jika kita ingin menilik sedikit ke pelosok-pelosok desa,yang ada di kota-kota kecil sebenarnya mereka memiliki potensi besar contohnya saja di salah satu kecamatan di  kabupaten Sinjai yakni kec.sinjai barat,desa Arabika khususnya. Di mana ada banyak pemuda yang notabenenya memiliki kualitas pe...

Pesan Cinta Dari Kota Cinta

Pare-pare, 08 september 2024 Ku temukan dirimu pada sela-sela angin yang menjelma rindu, Aku tidak pernah bermimpi akan sampai di sini, Menatap sudut-sudut kota tempatmu tumbuh, Memijaki tanah tempatmu hidup, Hingga pada akhirnya kita bertakdir, semoga segala amin terlekaskan. Ini pesan cinta dari sudut kota cinta, tanah yang menjadi saksi bisu abadinya cinta Habibi & Ainun, kamu tahu! sore tadi aku menyambangi monumen sepasang kekasih itu lalu berbisik kepada mereka perihal satu nama yang senantiasa tersemogakan dalam doaku. Aku tak pernah bermimpi waktu menarikku sejauh ini, sejauh langkah membawaku sejauh itu pula doa ku langitkan. Aku menitip pesan pada setiap hembusan angin "kali ini jangan membuatku patah lagi yah sudah cukup yang lalu-lalu". Suaraku berubah parau mataku memanas tanpa ku sadari bulir air mata mengisi pipiku yang ikut merona, ingin kusudahi saja tapi hati egois memkasa diri untuk tetap melangkah maju meski ia tahu pasti kemungkinan terluka itu akan d...

Identitas aktivis

Identitas aktivis “antara aktivis sebagai penindas atau yang tertindas?” Oleh : Ayu Andira Kader IMM SULTAN ALAUDDIN Cab. Gowa Sejarah banyak mencatat dimana para mahasiswa menorehkan jejak kaki mereka sebagai agen of change, social of control dan sebagianya. Sebagai keterfungsian mereka menjadi seorang mahasiswa yang di mana, ini mereka dapatkan di saat mereka resmi bergelar sebagai seorang mahasiswa, MAHASISWA sebuah nama yang begitu sakral hingga banyak yang mengatakan bahwa suara mahasiswa adalah suara rakyat,dan suara rakyat adalah suara tuhan,dengan kata lain   mahasiswa adalah penyambung lidah tuhan untuk menyuarakan sebuah kebenaran. Benar adanya hal tersebut bilamana keterfungsian kita sebagai mahasiswa telah terpenuhi, yang di mana bukan hanya datang di kampus,belajar,kumpul tugas lalu pulang kerumah,namun juga di lihat seberapa besar kontribusinya tehradap lingkungannya. Saya kerap mendapatkan bahkan saya sendiripun sangat merasakan bagaimana jika seo...