Langsung ke konten utama

Menjadi utuh part 17

Pamit paling terbaik

Terkadang membingunkan,aku yang kamu hiraukan begitu saja tapi justru aku yang menyalahkan diri sendiri untuk kesalahan yang tak pernah ku ketahui sebabnya.

Ada beberapa orang yang senang berdebat dengan perasaanya sendiri demi menemukan jawaban atas banyaknya tanya yang tak kunjung menuai jawab.

Apakah aku membuatmu kecewa?

Apa aku membuatmu marah?

Ataukah aku membuatmu tak merasa nyaman?

Setidaknya katakan padaku apa kesalahanku, agar aku tak melulu menyalahkan dan menerka-nerka kesalahan yang fikiranku buat sendiri.

Jika tak tahu bagaimana cara berjuang dan bertahan, setidaknya kamu tahu bagaimana cara berpamitan tanpa memberikan PR sulit bagi dia yang tak kau anggap keberadaanya.

Tapi sudahlah...Nyatanya nasi telah menjadi bubur bahkan menuju basi, alasan mengapa seharusnya aku harus melupakan sudah pebih dari cukup dari sikapmu yang seolah begitu asing.

Lucuyah....Kamu yang pernah begitu kerasnya membawaku keduniamu kini dengan begitu tegasnya menempati posisinpaling sunyi di sudut hidupku.

Bukankah kamu mengenalku dengan baik? Kamu pasti tahu bagi sosok seperti diriku berjuang adalah perkara yang ku jadikan prinsip tapi jika tak di hargai maka pergi dan menghilang adalah suatu keharusan.

Aku tak marah denganmu, cuma saja aku sedikit kecewa dengan caramu yang sungguh tak dewasa, setidaknya dari sini kualitas dirimu telah nampak dengan jelas.

Jika berbicara kualitas, kamu sudah bisa di katakan sempurna untuk sekadar menjadi teman perjalanan tapi untuk menjadi partner hidup mungkin seseorang harus merenung sekali lagi.

Aku tak secerdas itu dalam menilaimu, tapi bagiku,

Semanis apapun caramu berpamitan kehilangan tetaplah menyakitkan.

Sampai bertemu di titik terbaik menurut takdir, entah itu sebagai sepasang orang asing yang sebatas pernah ataukah sebagai seseorang yang menjadi pelengkap.

semuanya berjalan sebagaimana takdir mengaturnya, kita berjalan atas pilihan dan kita akan sampai pada titik akhir yang ku sebut bahagia.

sinjai, 07 Muharram 1443 H


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lumpuhnya pergerakan pemuda di desa Arabika,kec Sinjai barat

Pemuda sebagai generasi muda sangat berpengaruh untuk proses pembangunan bangsa Indonesia,dimana kemajuan bangsa di tentukan dari kualitas pemudanya saat ini. Berbicara tentang kualitas maka pendidikan adalah aspek utama dalam proses pembentukan kualitas tersebut,baik itu di lingkungan keluarga,sekolah dan masyarakat sosial. Mendidik sebuah generasi takkan pernah ada habisnya bahkan harus terus menerus,mengingat perubahan dan modernisasi kian hari kian menjadi dan ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemuda saat ini. Bung Karno pernah berkata"Beri aku sepuluh pemuda maka aku akan merubah negeri ini" Ini telah menegaskan bahwa pemuda sangatlah penting dalam proses perubahan bangsa. Jika kita ingin menilik sedikit ke pelosok-pelosok desa,yang ada di kota-kota kecil sebenarnya mereka memiliki potensi besar contohnya saja di salah satu kecamatan di  kabupaten Sinjai yakni kec.sinjai barat,desa Arabika khususnya. Di mana ada banyak pemuda yang notabenenya memiliki kualitas pe...

Pesan Cinta Dari Kota Cinta

Pare-pare, 08 september 2024 Ku temukan dirimu pada sela-sela angin yang menjelma rindu, Aku tidak pernah bermimpi akan sampai di sini, Menatap sudut-sudut kota tempatmu tumbuh, Memijaki tanah tempatmu hidup, Hingga pada akhirnya kita bertakdir, semoga segala amin terlekaskan. Ini pesan cinta dari sudut kota cinta, tanah yang menjadi saksi bisu abadinya cinta Habibi & Ainun, kamu tahu! sore tadi aku menyambangi monumen sepasang kekasih itu lalu berbisik kepada mereka perihal satu nama yang senantiasa tersemogakan dalam doaku. Aku tak pernah bermimpi waktu menarikku sejauh ini, sejauh langkah membawaku sejauh itu pula doa ku langitkan. Aku menitip pesan pada setiap hembusan angin "kali ini jangan membuatku patah lagi yah sudah cukup yang lalu-lalu". Suaraku berubah parau mataku memanas tanpa ku sadari bulir air mata mengisi pipiku yang ikut merona, ingin kusudahi saja tapi hati egois memkasa diri untuk tetap melangkah maju meski ia tahu pasti kemungkinan terluka itu akan d...

Identitas aktivis

Identitas aktivis “antara aktivis sebagai penindas atau yang tertindas?” Oleh : Ayu Andira Kader IMM SULTAN ALAUDDIN Cab. Gowa Sejarah banyak mencatat dimana para mahasiswa menorehkan jejak kaki mereka sebagai agen of change, social of control dan sebagianya. Sebagai keterfungsian mereka menjadi seorang mahasiswa yang di mana, ini mereka dapatkan di saat mereka resmi bergelar sebagai seorang mahasiswa, MAHASISWA sebuah nama yang begitu sakral hingga banyak yang mengatakan bahwa suara mahasiswa adalah suara rakyat,dan suara rakyat adalah suara tuhan,dengan kata lain   mahasiswa adalah penyambung lidah tuhan untuk menyuarakan sebuah kebenaran. Benar adanya hal tersebut bilamana keterfungsian kita sebagai mahasiswa telah terpenuhi, yang di mana bukan hanya datang di kampus,belajar,kumpul tugas lalu pulang kerumah,namun juga di lihat seberapa besar kontribusinya tehradap lingkungannya. Saya kerap mendapatkan bahkan saya sendiripun sangat merasakan bagaimana jika seo...