Langsung ke konten utama

"Menjadi utuh part 11 "

Pendidikan diri 

Ada banyak hal yang menjadi sumber keraguan dalam hidup,salah satunya adalah ragu dalam mengambil keputusan.
Keragu-raguan dalam hidup mampu mengantarkan kita pada dua hal,yang pertama adalah kita mencari dan belajar demi meyakinkan diri dan yang kedua adalah dengan keraguan membuat seseorang tak percaya atas dirinya sendiri.

Menepis  ragu dalam diri adalah sesuatu yang tidak mudah bagi setiap orang tergantung seberapa besar motivasi hidup yang ia miliki,hingga mampu menapaki semesta dengan yakin.

Sama halnya dalam membangun sebuah rumah (tangga) tak mudah untuk memulainya apatah lagi mempertahankannya,membangun rumah bukan hanya sebatas kata "Mungkin dan andai". Ia terlalu sakral dan abstrak untuk di andai-andaikan,butuh kesiapan yang matang untuk membangun rumah. Materil-materil yang di gunakan pun harus kualitas yang terbaik agar bangunan yang di buat bisa berdiri dengan kokoh meski angin dan badai datang silih berganti.

Menjadi sepasang itu tidaklah mudah, karena itu di butuhkan pendidikan diri baik dari pihak perempuan ataupun laki-laki. Sedikit menelisik pembicaraan hari lalu dengan seseorang di sebuah gubuk tua,ia berkata "aku takut membahas tentang perempuan,karena ini belum waktunya untuk berbicara perihal psikologi dan biologis".

Sentak aku tergelitik dengan perkataannya, mataku yang sayup karena ngantuk seketika terbelalak memandangi wajahnya. Aku tersenyum lirih di hadapannya, "kau sedang berbohong"(kataku dalam hati) karena aku tahu di usia yang tak lagi remaja setiap orang (laki-laki & perempuan) sudah mengandai-andaikan masa depannya sendiri.

Ia mulai berimajinasi tentang dirinya menuju sepasang, dan seseorang kadang  tanpa sadar telah berbuat sesuatu yang menunjukkan bahwa ia sudah dewasa dan telah siap untuk berlabuh.
Karena ego diri seseorang tak sadar bahwa puncak dari suatu perjalanan adalah pada saat seseorang telah siap menerima sosok lain dalam hidupnya, berbagi canda, tawa dan juga air mata.

Jika karena berfikir belum pantas maka itu bisa di sebut sebagai penolakan atas naluri diri. Hati berkata aku siap namun fikiran berkata aku belum siap, hingga ada dua jalan yang berbeda dalam satu jiwa.

Bukankah setiap masalah adalah proses pendewasaan diri? Dan setiap tempat adalah sekolah, serta setiap hal di dunia ini adalah guru?
Mengapa tak mencoba belajar dengan dunia kita sendiri? Dunia yang akan membuka sudut pandang baru dalam kaca mata kita yang buram.

Kita bukan hanya sekedar butuh ilmu agama, sains dan sebagainya tapi juga butuh pengetahuan tentang konsep diri, karena inilah ilmu yang paling dasar yang harus di miliki seseorang untuk mulai belajar mendidik diri.
Mulailah sedikit demi sedikit tatalah hidup dengan berani mengambil tanggung jawab dalam hidup.
Ayah pernah berkata " jika engkau ingin melihat laki-laki yang sebenarnya adalah laki-laki yang siap menerima tanggung jawab dalam hidupnya dan jika kau ingin melihat perempuan yang tangguh adalah dia yang dengan sungguh berjuang  dalam hidupnya karena menjadi perempuan yang high kuality itu tidaklah mudah"

Guru di sekolah adalah sosok yang hebat dan orang tua adalah madrasah yang luar biasa dan merupakan guru pertama dan terakhir.
Dan aku belajar arti menjadi sepasang dari kisah ayah dan ibu, terimakasih telah menjadi sepasang dan  melahirkan 5 sosok yang berbeda tapi dengan satu cinta yang sama, cinta ayah dan ibu.

Bismillah......
Atas ridho kalian dan ridho-Nya, aku belajar mendidik diri dan belajar memantapkan diri untuk menjadi sepasang suatu hari nanti. Entah dengan siapa semoga dia adalah yang terbaik, tiada hasil yang mengkhianati proses.

📌Jln.kelapa no 3 Sinjai Utara
🧕Pejalan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lumpuhnya pergerakan pemuda di desa Arabika,kec Sinjai barat

Pemuda sebagai generasi muda sangat berpengaruh untuk proses pembangunan bangsa Indonesia,dimana kemajuan bangsa di tentukan dari kualitas pemudanya saat ini. Berbicara tentang kualitas maka pendidikan adalah aspek utama dalam proses pembentukan kualitas tersebut,baik itu di lingkungan keluarga,sekolah dan masyarakat sosial. Mendidik sebuah generasi takkan pernah ada habisnya bahkan harus terus menerus,mengingat perubahan dan modernisasi kian hari kian menjadi dan ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemuda saat ini. Bung Karno pernah berkata"Beri aku sepuluh pemuda maka aku akan merubah negeri ini" Ini telah menegaskan bahwa pemuda sangatlah penting dalam proses perubahan bangsa. Jika kita ingin menilik sedikit ke pelosok-pelosok desa,yang ada di kota-kota kecil sebenarnya mereka memiliki potensi besar contohnya saja di salah satu kecamatan di  kabupaten Sinjai yakni kec.sinjai barat,desa Arabika khususnya. Di mana ada banyak pemuda yang notabenenya memiliki kualitas pe...

Pesan Cinta Dari Kota Cinta

Pare-pare, 08 september 2024 Ku temukan dirimu pada sela-sela angin yang menjelma rindu, Aku tidak pernah bermimpi akan sampai di sini, Menatap sudut-sudut kota tempatmu tumbuh, Memijaki tanah tempatmu hidup, Hingga pada akhirnya kita bertakdir, semoga segala amin terlekaskan. Ini pesan cinta dari sudut kota cinta, tanah yang menjadi saksi bisu abadinya cinta Habibi & Ainun, kamu tahu! sore tadi aku menyambangi monumen sepasang kekasih itu lalu berbisik kepada mereka perihal satu nama yang senantiasa tersemogakan dalam doaku. Aku tak pernah bermimpi waktu menarikku sejauh ini, sejauh langkah membawaku sejauh itu pula doa ku langitkan. Aku menitip pesan pada setiap hembusan angin "kali ini jangan membuatku patah lagi yah sudah cukup yang lalu-lalu". Suaraku berubah parau mataku memanas tanpa ku sadari bulir air mata mengisi pipiku yang ikut merona, ingin kusudahi saja tapi hati egois memkasa diri untuk tetap melangkah maju meski ia tahu pasti kemungkinan terluka itu akan d...

Makna Aku Baik-Baik Saja

Hai.......apa kabar? are you ok?  Pertanyaanya singkat tapi menjawabnya berderai air mata, seolah pertanyaan apa kamu baik-baik saja ? adalah pertanyaan yang begitu rumit untuk di jawab. Kadang harus menarik nafas dalam-dalam, mengumpulkan segala bentuk kekuatan lalu berkata " yes I'm ok ". Kamu harusnya tahu bahwa kalimat "aku baik-baik saja" adalah kebohongan yang selalu aku katakan manakala pertanyaan itu kembali muncul, berat rasanya untuk mengekspresikan bentuk sedihku karena aku tidak ingin dunia tahu sakitku, kecewaku, traumaku dan depresiku. Gimana yah, bukan tak ingin menjadi diri sendiri tapi lingkunganku dipenuhi justifikasi seolah dunia ini harus berjalan sesuai apa yang mereka fikirkan, hingga lupa bahwa setiap makhluk yang hidup di atas bumi Tuhan sudah memiliki garis takdirnya sendiri-sendiri. Traumaku membuatku menjadi perempuan yang anti sosial, tertutup dengan orang asing dan selalu menjauh dari tempat-tempat yang membuatku merasa tak nyaman ap...