Langsung ke konten utama

Postingan

Menjadi utuh part 17

Pamit paling terbaik Terkadang membingunkan,aku yang kamu hiraukan begitu saja tapi justru aku yang menyalahkan diri sendiri untuk kesalahan yang tak pernah ku ketahui sebabnya. Ada beberapa orang yang senang berdebat dengan perasaanya sendiri demi menemukan jawaban atas banyaknya tanya yang tak kunjung menuai jawab. Apakah aku membuatmu kecewa? Apa aku membuatmu marah? Ataukah aku membuatmu tak merasa nyaman? Setidaknya katakan padaku apa kesalahanku, agar aku tak melulu menyalahkan dan menerka-nerka kesalahan yang fikiranku buat sendiri. Jika tak tahu bagaimana cara berjuang dan bertahan, setidaknya kamu tahu bagaimana cara berpamitan tanpa memberikan PR sulit bagi dia yang tak kau anggap keberadaanya. Tapi sudahlah...Nyatanya nasi telah menjadi bubur bahkan menuju basi, alasan mengapa seharusnya aku harus melupakan sudah pebih dari cukup dari sikapmu yang seolah begitu asing. Lucuyah....Kamu yang pernah begitu kerasnya membawaku keduniamu kini dengan begitu tegasnya menempati posisi...

Menjadi utuh part 16

Perasaan yang datang tanpa ku sadari _ Ku kira kita bisa menjadi sahabat Nyatanya matamu dan mataku tak mampu saling bertemu tatap. Padahal aku dengan yakinnya berkata pada semesta bahwa aku dan kamu bisa menjadi sahabat tanpa ada rasa yang menyelinap diam-diam lalu menjadi rindu yang entah akan bermuara kemana. _ Ku kira kita akan bisa berbincang ringan dan hangat tanpa ada rasa canggung seperti yang biasa kita lakukan, yang bahkan hal-hal kecil itu telah menjadi ritual pengantar tidur untukku dan untukmu. Membicarakan hal-hal kecil yang kita lalui di siang harinya Lalu merencanakan hal-hal sederhana di waktu esok Kamu terkadang tertawa lepas tanpa beban, iya aku bisa merasakan kebebasan yang terlontar dari sendak tawamu di balik ponsel. Kadang pula aku berlinang air mata kala Isak tangismu memenuhi sudut-sudut kamarku yang kelaur tanpa ragu dari kelompok matamu yang sayup. Air mata rindu pada sesosok ayah yang kasih sayangnya masih tak cukup untuk melihatmu tumbuh dewasa....

Perjalanan Dari Luka

Sadarilah yang mana realita yang mana hanya sekedar kamuflase, terkadang apa yang kita anggap sebagai obat justru menjadi racun bagi kita. Jika ingin menjadi obat maka pulihlah, dan berjalanlah sestabil mungkin, jika dalam perjalanan menemukan luka maka tetaplah fokus pada tujuanmu sendiri hingga sampai pada titik normalmu. Bukan untuk menjadi acuh tapi akulah yang paling tahu, aku ada di tempat yang mana detik ini. Untuk yang sedang menungguku pulih, ku mohon bersabarlah karena untuk menjadi sayap yang kuat untukmu terbang, aku harus merajut helai demi helai diriku agar keluar menjadi pemenang atas diriku sendiri. Terimakasih pada diriku sendiri karena telah berjuang sejauh ini, bangkit dari keterpurukan dan menghasilkan senyum yang lebih renyah. Jika dalam langkahmu kamu menemukan luka, ku mohon jangan berpaling karena kamu punya tujuan. Hai...Yu' sudah lebih baik hari ini? Ku rasa Iyya  Sudah berterimakasih pada semesta? Ku rasa belum cukup. Yuk mari kita berbincang ...

Surat kehilangan

Di kala mataku terpejam sesaat Aku menemukan sekelebat tawa yang begitu renyah Ku temukan mata sayup yang menenangkan Dan jua ku temui air mata yang terbendung pada pesisir kelopak mata mu. Aku hendak menyampaikan satu keadaan, tentang hati yang kehilangan rasa, perihal kaki yang kehilangan arah dan juga tentang tatap yang tak punya muara. Ini tentang seseorang yang terbunuh rasa karena pedihnya kehilangan, tentang empatinya yang menghancurkan bangunan tua yang bernama mimpi. Tentang seseorang yang telah merangkai kepingan-kepingan hati yang pernah hancur berserakan, dan disaat kepingan itu telah kembali utuh, dalam seketika ia lenyap bukan lagi kepingan kini hanya bersisakan puing yang tak berbentuk. Tak tahu apa itu tawa Tak mengenal rasa sakit Dan jua tak mengenal apa itu kekecewaan Apa ini yang di katakan punya hati tapi tak punya rasa? Mungkin ia, bayangkan saja sesosok gadis ceria yang kehilangan tawanya, yang bilamana ia tertawa mampu memberikan senyum merekah bagi y...

"Menjadi utuh part 14"

12 purnama berlalu kita banyak merangkai mimpi-mimpi dan merapalkan banyak doa,itu yang aku kira pada awalnya. Ku kira kamupun berjuang dan berusaha sama seperti diriku,ternyata lagi dan lagi kata-katamu hanya sebatas cara agar aku bisa yakin bahwa kamu sama seperti diriku. Aku selalu berusaha menjadi sempurna sebagaimana yang kau harapkan namun tak mampu meluluhkan kerasnya hati yang pernah begitu manis dalam meluluhkan hatiku yang sedingin salju. Kini kamu sekali lagi memperjelas posisiku di dalam hidupmu yah hanya sebatas kagum katamu, tapi mengapa kamu masuk dalam hidupku terlalu jauh? Apakah hanya untuk di akui bahwa kamu mampu menaklukkan gadis dingin sepertiku? Hahahahah...kamu sudah berhasil Untuk itu selamat aku sudah patah, patah karena Kamu berhasil membuatku jatuh dan kehilangan diri sendiri. Selucu itu kamu mempermainkan perasaan dan memainkan peran sebagai obat dan luka di waktu yang sama. Semoga bahagia yah dengan dia gadis dambaanmu itu, semoga kamu tak mene...

Menjadi utuh part 15

  Menjadi utuh part 15 Di saat aku kembali mengenal bahagia, kamu lalu datang sebagai tamu yang tak pernah aku harapkan Menjelma sajak dalam setiap aksaraku, menjadi hujan bagi langitku  Dan menjadi muara bagi rinduku. Ternyata benar kata mereka bahwa terkadang yang datang menjanjikan bahagia,adalah yang dengan dalam memberikan luka. Sekejab aku berfikir bahwa kamu berbeda dengan dia yang terlebih dulu datang dalam hidupku, yang pernah dengan sungguh berjuang untuk menemukan jalan menuju hatiku, kini yang dengan sungguh melangkah dengan janji kehilangan. Kini aku semakin memahami satu hal dalam hidup ini, bahwasanya hidup tak jauh laiknya ombak di lautan yang kadang pasang dan kadang surut. Namun setidaknya ombak masih menjanjikan kepulangannya sedang dirimu pergi tanpa sepatah katapun, kata maaf mungkin saja takkan pernah cukup untuk semua ini, ia teramat pahit untuk ku jadikan satu cerima manis. Tapi aku akan tetap berterimakasih padamu dan pada setiap sosok dibalik tegarnya...

"Mata air yang ternoda"

Aku hendak berkisah tentang mata air di tepian desa,yang darinya banyak kehidupan yang terselamatkan. Banyak dahaga yang terlupakan oleh jernih airnya, binarnya begitu memesona setiap mata yang memandangnya, hendak mencicipi manis airnya. Hingga pada satu ketika datanglah seorang manusia yang berparas sederhana dan nampak baik jika di pandang mata. Setiap hari ia datang dan membersihkan kotoran yang ada di sekitar mata air itu agar tetap jernih dan indah. Hari berganti ia kemudian datanglagi dengan maksud yang sama, namun manusia tetaplah manusia yang memiliki hasrat dan nafsu dalam dirinya. Ia kemudian mengambil air dari mata air itu dan menghancurkan sumber mata air itu, lalu ia meninggalkan tempat itu dalam keadaan hencur berantakan. Hikmah yang dapat di petik dari kisah ini adalah, bahwa rupa bukanlah tolak ukur dari baik dan buruknya sifat seseorang, bisa jadi yang nampak Sholeh/ah justru memiliki maksud dan niat yang tak baik untuk orang lain. Bukannya menjaga dan mer...