Langsung ke konten utama

Postingan

"Negeriku Lekaslah pulih"(Catatan bulan Maret)

Seketika hening mengisi waktu Berubah gelap yang teramat tenang Aku kira aku bermimpi Nyatanya aku sedang terpaku diam di tepian senja. Memandangi kota yabg seketika sunyi Jalan yang padat berubah menjadi sunyi dan menakutkan bak pemakaman Apa ini? Apakah ini tanahku? Tanahku tak sesunyi ini Apa ini? Tak ada lagi tegur sapa Tanahku tak seangkuh ini Negeriku mengapa kau bersedih? Hai kau mengapa kau makin kurus? Apa ini? Kemana manusia gerobak yang senang mengais sisa makanan di tepian kota? Isak tangis anak-anak pengamen itu kian kencang Memegangi perutnya yang kian mengecil Berita kematian silih berganti Nama telah terukir indah di atas nisan Tak ada lagi bela sungkawa,di rumah duka Semuanya menjadi hidup dalam dunia sendiri Tuhan apa ini? Negeriku tak semenakutkan ini Apakah ini bentuk cintamu? Jika ia sudahlah dulu, banyak insan yang tak mampu menerima besarnya cintamu Akupun demikian..😭😭 Ladang, sawah bapak kian mengering Dapur ibu tak lagi berisi Akankah hari ini aku...

"Ada Namamu di Sepertiga Malam"

Di saat malam tak lagi mampu membendung gelisah ku, aku terjaga di persimpangan gelap dan terang. Aku menata hati yang masih entah akan kemana,lalu sedikit ku angkat tubuhku dari empuknya kasur kecil beralaskan sarung. Ku langkahkan kakiku yang masih tertatih, sesekali ku buka mata untuk meraba jalan menuju westafel. Ku basuh sedikit wajahku, sembari menepis dinginnya air di kala subuh. Sedikit ku rapalkan doa untuk memulai ritual sebelum aku menemui pencipta-ku. Ku basuh tangan,lalu mulut dan sampai pada akhirnya ku bersihkan kakiku sebagai penutup persucianku  Kini aku telah segar,mataku sudah melek dan mampu berjalan seimbang menuju kamar kecilku. Ku raih mukena berwarna merah jambu dengan banyak motif kesukaan ku, tak terlupakan sajadah hijau kecil milik sahabat ku . Ku mulai segala-Nya saat-Nya menghadap kepada-Nya, segala kerendahan hati ku hadapakan tubuh dan wajahku kepada-Nya Dalam setiap fase dalam sholat ku begitu aku nikmati, hingga di sujud terakhir sholat ...

Tragedi 16 Maret ( Di saat nalar kritis di bungkam oleh feodalisme)

Tragedi 16 Maret 2020 Ini akan menjadi tragedi yang lekat dalam ingatan dan tercatat dalam sejarah,tepat pada Senin 16 Maret 2020. Di saat wabah virus Corona meresahkan masyarakat dunia, keresahan yang sama pun menyelimuti para kader IMM yang memiliki paradigma berfikir idealis. . Di saat momentum silaturahmi kader sedang hangat-hangatnya,berubah menjadi pesta politik (bukan lagi demokrasi yang ideal). Dengan dalih kemajuan zaman banyak kebenaran yang tertutupi, kawan menjadi lawan telah menjadi hal lumrah. Kepercayaan di permainkan bahkan di perjual belikan, komitmen yang di bangun dengan mudahnya di putuskan untuk mencari aman agar tetap berkuasa. Kedudukan mungkin di dapatkan namun kehormatan hanya di dapatkan bagi mereka yang tau bagaiman caranya mempertahankan kualitas dirinya, dan IMM Gowa tetap berada di barisan itu,bukan tentang kedudukan tapi tentang kualitas diri. Generasi baru pun telah terlahir di forum demokrasi itu (generasi mengangguk) dengan alasan efisiensi...

"ikhtiarku"

Terbungkus sepi di tepian nestapa Aku meramu waktu dan jarak menjadi rindu Menjamu malam dalam ribuan rapalanku . Linimasaku dipenuhi kisah perihal rindu Katanya cinta bukanlah kata kerja,kata sifat apalagi kata benda Karena cinta adalah kata hati. . Di kala manusia lelap dalam tidurnya Dikala rembulan kian redup Dan langit berwarna hitam menuju biru Aku sedang berbisik dengan bumi Mengindahkan namamu dalam sujud panjang ku Hingga menggema di nirwana . Sepertiga malamku menjadi saksi Aku dan kau menjadi kita. Dariku"gadis aneh" ~a.a

"Penghianatan intelektual"

Paradigma berfikir yang saat ini menjadi landasan seseorang untuk mencapai eksistensi kenamaan di masyarakat adalah dengan banyaknya titel yang ia miliki. Hal-hal yang paling sering kita temui di masyarakat adalah perbandingan antara anak yang berpendidikan dengan anak yang tak berpendidikan, dan naasnya lagi pelaku pembanding adalah mereka yang berpendidikan. Banyak kaum-kaum intelektual yang memiliki segudang ilmu,namun tak mampu mengimplementasikan ilmunya di masyarakat. Sehingga ia bisa di juluki sebagai penghianat atas intelektual itu sendiri. Di saat pendidikan menjadi aspek utama dalam proses pembelajaran agar mampu di jadikan sebagai makhluk terdidik,di saat itu pula banyak anak-anak yang tak memiliki pendidikan. Kemanakah makna isi UUD yang berbunyi" Mencerdaskan kehidupan bahgsa......" Di sisi lain pembangunan semakin di perketat,dan biaya pendidikan semakin di perketat juga. Banyak yang bertanya mengapa banyak anak yang tak melanjutkan sekolah ke pergur...

"Perkenalan"

Dari kata asing yang telah lama ku tanggalkan Aku sibuk dengan zona amanah yang membludak Karena Tuhan memilihku sebagai yang bisa menjalaninya . Dari pertemuan yang tak terencana sebelumnya Meski ku tahu tuhan telah menyusun skenario ini dengan sempurna Aku kerap memperhatikanmu,namun saat itu lensaku belum terfokus padamu . Hingga perkenalan itu kian terjadi Dari sebuah ketidak sengajaanku, kau hadir bagai angin halu Kisah yang singkat, di kota yang kau sebut kota mati . Terkadang ada renungan yang membawaku pada tanya demi tanya Mengapa aku ada di sini dan sejak kapan kita mulai sedekat ini  . Saat ini mungkin hatimu masih mencari-cari tempat Dimana ada aku di sana, semoga saja kau sadar bahwa aku ada di waktu yang tepat Emosiku tak karuan kala, kau hadir dengan sapa dan senyum yang berbeda di setiap saatnya. . Aneh.....tapi nyata Perkenalan yang mengagumkan Dariku"si gadis aneh" ~a.a

Hujan bulan februari

Semalam ketika hendak menuju rumahmu aku meminta hujan turun setelahnya Agar aku memiliki alasan untuk berlama-lama denganmu. Dan ternyata Tuhan memberiku hujan yang berbeda,hujan jatuh dari kelopak mataku. . Ku kira aku kan sedikit bahagia bersama mu malam tadi Namun nyatanya hujan yang ku damba datang petang ini. Hujan pertama yang ku temui di tanah bersejarah "yah Sinjai" . Mungkin ini jawaban dari doa yang ku rapalkan semalam,Tuhan menghendaki jarak antara aku dan kau Meski aku sangat tahu bahwa jarak yang sesungguhnya pasti terjadi. . Setidaknya setelah jarak menemui masanya,aku bisa kembali dengan hati yang telah ku titipkan padamu. Terserahmu,mau kau buat bahagia atau kecewa. . Tapi ingatlah,setelah ini kau takkan menemui hati yang sama Sebagaimana hatiku keras mencintaimu,sungguh.... Kau bertanya sebegitu dalamkah rasaku??? . Dasar bodoh,kau terlalu kaku hingga tak bisa melihat yang mana kesungguhan dan kepalsuan. Jika kau mampu melihat kesungguhan itu,mak...