*EKOFEMINIMARXISME*
*Edisi : Perempuan Melawan*
_(Menjawab Pertanyaan Kaum Anarkis Mengenai Sumbangsi Pemikiran Marxis Dalam Ekologi dan Feminisme)_
Ekologi adalah sebuah studi _(pelajaran)_ yang membahas tentang Manusia dan Lingkungan Hidup. Dalam arti yang sempit Ekologi hanyalah sebatas hubungan relasi antara Manusia dengan Alam. Sedangkan dalam arti luas Ekologi menjelaskan peran Manusia dan peran Alam, Hak Manusia dan Hak Alam, proses eksploitasi yang dilakukan Manusia terhadap Alam, dampak dari eksploitasi yang dilakukan Manusia terhadap Alam, modus eksploitasi dan mode eksploitasi yang dilakukan Manusia terhadap Alam, dan bahkan mengikutsertakan peran Kapitalisme dan Komunisme dalam menginterpretasikan Ekologi itu sendiri.
Kita menyepakati bahwa didalam Ekologi terdapat dua syarat penting yang pertama adalah Manusia dan kedua adalah Alam. Dikehidupan sehari-hari kita seringkali mengidentikkan Manusia sebagai Laki-Laki menggunakan sudut pandang Patriarki dan mengidentikkan Alam sebagai Perempuan menggunakan kacamata Feminisme. Manusia sering diibaratkan sebagai Laki-Laki karena kedudukannya dianggap lebih tinggi daripada Perempuan. Alam sering diidentikkan sebagai Perempuan karena Manusia yang disebut sebagai Laki-Laki berkuasa penuh atas Alam yang disebut sebagai Perempuan. Dalam kacamata Feminisme dijelaskan bahwa Alam diidentikkan sebagai Perempuan. Sebab Alam dan Perempuan yang telah melahirkan peradaban. Sebab alam dan Perempuan adalah dua unsur penting yang mesti kita jaga dan kita lindungi. Dalam Mitologi Dunia yang disebut sebagai Alam diyakini sebagai Arwah Nenek Moyang alias Perempuan _(totem)_.
*--*
Oleh karena itu _"Si Penulis"_ tertantang menulis jauh lebih luas tentang Ekofeminisme dari sudut pandang Marxisme yang diberinya judul:
_"Ekofeminimarxisme"_
Kedudukan Manusia dalam kacamata Antropologi antara lain:
*Antroposentris.* Dimana kedudukan Manusia lebih tinggi dibandingkan makhluk hidup atau Ekosistem lainnya. Kedudukan Manusia lebih tinggi dari Binatang, Tumbuhan, dan bahkan Alam. Kehidupan Ekosistem lainnya terpusat atau bergantung kepada Manusia.
*Biosentris.* Dimana kedudukan Manusia sama dengan makhluk hidup atau Ekosistem lainnya. Dimana kedudukan Manusia, Binatang, Tumbuhan, dan bahkan Alam sama pentingnya. Kehidupan dari keseluruhan Ekosistem menjadi pusat dan saling bergantung antara satu dengan yang lainnya.
*Ekosentris.* Dimana kedudukan Alam lebih tinggi dibandingkan Ekosistem lainnya. Kehidupan Ekosistem lainnya terpusat atau bergantung kepada Alam.
Hak Manusia atas kepemilikan Alam kepada Manusia lainnya haruslah adil dan merata. Namun Hak Manusia atas kepemilikan Alam kepada Manusia lainnya tidak boleh melampaui atau membunuh Hak Alam. Dalam kacamata Ekofeminisme meyakini bahwa, _"Alam terlebih dahulu ada sebelum Manusia tercipta. Oleh karena itu Hak Alam harus didahulukan, diistimewakan, dan diutamakan daribpada Hak Manusia"._ Sehingga dalam kacamata Ekofeminisme Manusia tidak memiliki alasan untuk menggeruk Rahim Ibu yang disebut Gunung, mencukur Mahkota Ibu yang disebut Hutan Rimbun, dan menghisap Susu Ibu yang disebut minyak laut.
Dalam Historisme Manusia yang disebut oleh Karl Marx sebagai Historisme Masyarakat meyakini bahwa ketika Manusia berkontradiksi dengan Alam yang terjadi adalah transisi sosial menuju kehancuran Dunia. Transisi sosial melahirkan stereotipe _(perbedaan kelas)_ pada tingkatan stratifikasi sosial. Sehingga terlihat perbedaan yang sangat terang antara Kaya dan Miskin, Majikan dan Budak, dan Penindas dan Tertindas. Transisi sosial mengakibatkan terjadinya _"Conflict : Civil Society"_ _(Konflik : Masyarakat Sipil)_ yang disebabkan oleh minimnya kepemilikan atas hasil produksi _(komoditas)._ Mereka yang Miskin harus merampas dari Mereka yang Kaya, Mereka para Budak harus merampas dari Mereka para Majikan, dan Mereka Kaum Tertindas harus merampas dari mereka Kaum Penindas. Pada saat terjadi perampasan dan penjarahan setelah itu akan terjadi peperangan yang mengakibatkan hancurnya Dunia. Manusia sejatinya akan berlaku sebagai _"Homo Homini Lupus"_ ibarat Serigala _(Binatang Buas)_ yang tega memangsa sesamanya.
*Capitalism Laissez Faire.* Kapitalisme yang tidak mampu dihindari dalam kehidupan sehari-hari adalah pemicu terjadinya transisi sosial dan kehancuran dunia. Ketika terjadi konflik sinergitas antara Pemilik Modal dengan Alam, maka bisa mengakibatkan terjadinya krisis Sumber Daya Alam dan bahkan terjadinya Pembaruan Alam _(baca: Pembaruan Alam adalah Bencana Alam)_. Krisis Sumber Daya Alam dan Pembaruan Alam yang disebabkan oleh Kapitalisme inilah yang membuat hasil produksi _(komoditas)_ semakin menurun seiring meningkatnya kebutuhan Manusia. Inilah yang kemudian mengakibatkan terjadinya penjarahan atas kepemilikan hasil produksi _(komoditas)_. Sehingga terjadinya perampasan yang memicu peperangan dan diakhiri dengan hancurnya Dunia.
Marxisme dan perjuangan kelas. Dalam perjuangan kelasnya, Marxisme secara diskursus hanya terfokus kepada Kaum Proletariat. Sama sekali tidak menyinggung persoalan Gender seperti mempersoalkan kedudukan Patriarki ataupun perjuangan Feminisme. Tetapi Marxisme sebagai alat perjuangan telah mewakili perjuangan Ekofeminisme. Sebab Marxisme bercita-cita membunuh Kapitalisme yang telah mengeksploitasi Alam dan Manusia. Sebab Marxisme bercita-cita melenyapkan Kapitalisme agar terhapusnya kelas Pemilik Modal dan Pekerja. Secara tidak langsung penghapusan kelas yang diidam-idamkan oleh Marxisme telah menghapus kedudukan Patriarki dan ikut serta memperjuangkan Feminisme. Bagi Marxisme penghapusan kelas adalah memberikan peluang kepada seluruh Manusia untuk dapat bekerja dan berkuasa atas Alam yang berasaskan adil dan merata.
*--*
_"Cita-cita dari Komunisme adalah meratakan semua agar semua merasakan."_ sama rata dan sama rasa secara tidak langsung telah memperjuangkan Ekofeminisme yang kusebut sebagai Ekofeminimarxisme
Oleh: Mfh
Komentar
Posting Komentar