Langsung ke konten utama

Lumpuhnya pergerakan pemuda di desa Arabika,kec Sinjai barat

Pemuda sebagai generasi muda sangat berpengaruh untuk proses pembangunan bangsa Indonesia,dimana kemajuan bangsa di tentukan dari kualitas pemudanya saat ini. Berbicara tentang kualitas maka pendidikan adalah aspek utama dalam proses pembentukan kualitas tersebut,baik itu di lingkungan keluarga,sekolah dan masyarakat sosial.

Mendidik sebuah generasi takkan pernah ada habisnya bahkan harus terus menerus,mengingat perubahan dan modernisasi kian hari kian menjadi dan ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemuda saat ini. Bung Karno pernah berkata"Beri aku sepuluh pemuda maka aku akan merubah negeri ini" Ini telah menegaskan bahwa pemuda sangatlah penting dalam proses perubahan bangsa.

Jika kita ingin menilik sedikit ke pelosok-pelosok desa,yang ada di kota-kota kecil sebenarnya mereka memiliki potensi besar contohnya saja di salah satu kecamatan di  kabupaten Sinjai yakni kec.sinjai barat,desa Arabika khususnya. Di mana ada banyak pemuda yang notabenenya memiliki kualitas pemuda yang mempuni untuk membangun desanya.

Dalam bidang olahraga,kesenian,kerajinan dan organisasi mereka memiliki seluruh kualitas itu,namun sayang beribu sayang potensi dan kualitas pemudanya tidak ada yang mampu untuk menyediakan wadah dalam mengekspresikan diri mereka.
Sebenarnya di setiap desa telah ada organisasi di desa masing-masing salah satunya di desa Arabika telah terbentuk organisasi yang di sebut "Generasi muda Arabika(Gerbi)"di mana mereka bisa menyalurkan bakat mereka baik dalam Rana kesenian maupun intelektual.


Pemerintah pun sangat mengapresiasi organisasi tersebut di buktikan dengan kontribusi baik beruap materil maupun moral,yang menggarapkan mampu meningkatkan tali persaudaraan antar masyarakat desa Arabika.
Ada beberapa pertanyaan yang kerap hadir di benak pemuda saat ini,salah satunya adalah bagaimana cara untuk menyatukan organisasi antar desa ini?
Dan saya mulai berfikir bahwa di setiap kecamatan bahkan desa memiliki satu organisasi yang berbasis kepemudaan yang lebih mempuni untuk menyalurkan bakat pemudanya yakni "KARANG TARUNA" namun karang taruna di desa Arabika itu sendiri hanya menyisakan nama-nama pengurus dalam struktural,tapi jika kita melihat kinerja mereka justru belum di rasakan sampai detik ini.

Maka dari itu kita sebagai seorang pemuda desa Arabika harusnya sama-sama sadar dan hendaknya kita bersama-sama kembali menghidupkan karang taruna agar mampu berjalan sebagaimana mestinya.

Penulis:Andi Hermansyah
Editor:Owner dialog kedai kopi

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesan Cinta Dari Kota Cinta

Pare-pare, 08 september 2024 Ku temukan dirimu pada sela-sela angin yang menjelma rindu, Aku tidak pernah bermimpi akan sampai di sini, Menatap sudut-sudut kota tempatmu tumbuh, Memijaki tanah tempatmu hidup, Hingga pada akhirnya kita bertakdir, semoga segala amin terlekaskan. Ini pesan cinta dari sudut kota cinta, tanah yang menjadi saksi bisu abadinya cinta Habibi & Ainun, kamu tahu! sore tadi aku menyambangi monumen sepasang kekasih itu lalu berbisik kepada mereka perihal satu nama yang senantiasa tersemogakan dalam doaku. Aku tak pernah bermimpi waktu menarikku sejauh ini, sejauh langkah membawaku sejauh itu pula doa ku langitkan. Aku menitip pesan pada setiap hembusan angin "kali ini jangan membuatku patah lagi yah sudah cukup yang lalu-lalu". Suaraku berubah parau mataku memanas tanpa ku sadari bulir air mata mengisi pipiku yang ikut merona, ingin kusudahi saja tapi hati egois memkasa diri untuk tetap melangkah maju meski ia tahu pasti kemungkinan terluka itu akan d...

Makna Aku Baik-Baik Saja

Hai.......apa kabar? are you ok?  Pertanyaanya singkat tapi menjawabnya berderai air mata, seolah pertanyaan apa kamu baik-baik saja ? adalah pertanyaan yang begitu rumit untuk di jawab. Kadang harus menarik nafas dalam-dalam, mengumpulkan segala bentuk kekuatan lalu berkata " yes I'm ok ". Kamu harusnya tahu bahwa kalimat "aku baik-baik saja" adalah kebohongan yang selalu aku katakan manakala pertanyaan itu kembali muncul, berat rasanya untuk mengekspresikan bentuk sedihku karena aku tidak ingin dunia tahu sakitku, kecewaku, traumaku dan depresiku. Gimana yah, bukan tak ingin menjadi diri sendiri tapi lingkunganku dipenuhi justifikasi seolah dunia ini harus berjalan sesuai apa yang mereka fikirkan, hingga lupa bahwa setiap makhluk yang hidup di atas bumi Tuhan sudah memiliki garis takdirnya sendiri-sendiri. Traumaku membuatku menjadi perempuan yang anti sosial, tertutup dengan orang asing dan selalu menjauh dari tempat-tempat yang membuatku merasa tak nyaman ap...